PENERAPAN ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN DENGAN STRATEGI KONSELING BERIMBANG PADA IBU GRANDEMULTIPARA USIA 42 TAHUN: STUDI KASUS DI PUSKESMAS

Authors

  • Tania Ghifari Komara Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
  • Riana Pascawati Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
  • Wiwin Widayanti Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2023

Keywords:

Continuity of care, balanced counseling strategy, contraception

Abstract

Pelayanan kebidanan berkesinambungan merupakan pendekatan yang memantau kesehatan ibu secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, proses persalinan, periode nifas, perawatan neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana untuk meningkatkan kualitas kesehatan maternal dan mendeteksi komplikasi sejak dini. Strategi Konseling Berimbang merupakan intervensi edukatif berbasis komunikasi dua arah yang mendorong partisipasi aktif ibu dalam memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi individual. Penyusunan laporan menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan mencakup pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan dokumentasi. Asuhan diberikan secara komprehensif melalui kunjungan antenatal, pemantauan tahapan persalinan, kunjungan nifas, asuhan neonatus, serta konseling keluarga berencana menggunakan pendekatan berimbang. Tujuan penulisan adalah menggambarkan penerapan pelayanan berkesinambungan yang terintegrasi dengan konseling berimbang pada ibu grandemultipara usia 42 tahun selama praktik di Puskesmas Solokan Jeruk Kabupaten Bandung. Hasil menunjukkan bahwa berbagai keluhan yang dialami klien selama masa kehamilan, persalinan, nifas, serta proses pemilihan kontrasepsi jangka panjang dapat ditangani secara efektif melalui pendekatan pelayanan berkesinambungan. Penerapan konseling berimbang meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan kemampuan klien dalam menentukan metode kontrasepsi pascapersalinan sesuai kondisi dan kebutuhan. Kesimpulan menunjukkan bahwa Strategi Konseling Berimbang berkontribusi positif dalam mendukung pengambilan keputusan kontrasepsi yang tepat, memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dengan ibu dan keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan secara menyeluruh, serta mendukung keberhasilan penggunaan kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif.

Views

66 kali

Downloads

50 kali

References

[1] R. B. Khatri, J. Durham, R. Karkee, and Y. Assefa, “High coverage but low quality of maternal and newborn health services in the coverage cascade: who is benefitted and left behind in accessing better quality health services in Nepal?,” Reprod. Health, vol. 19, no. 1, p. 163, 2022, https://doi.org/10.1186/s12978-022-01465-z.

[2] Y. M. Al-Worafi, “Healthcare Services in Developing Countries,” in Handbook of medical and health sciences in developing countries: Education, practice, and research, Springer, 2023, pp. 1–21, https://doi.org/10.1007/978-3-030-74786-2_216-1.

[3] D. T. Febriani, M. Maryam, and N. Nurhidayah, “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. I Umur 35 Tahun Dengan Kehamilan Primi Tua,” Indones. J. Heal. Sci., vol. 2, no. 2, pp. 77–82, 2022, https://doi.org/10.54957/ijhs.v2i2.324.

[4] H. Y. Lee, H. H. Leslie, J. Oh, R. Kim, and A. Kumar, “The association between institutional delivery and neonatal mortality based on the quality of maternal and newborn health system in India,” Sci. Rep., pp. 1–10, 2022, https://doi.org/10.1038/s41598-022-10214-y.

[5] P. B. Utami, I. Irfan, and S. Noorbaya, “Efektivitas Metode Pembelajaran Continuity Of Care Terhadap Peningkatan Kompetensi Pemberian Asuhan Kebidanan,” Indones. J. Midwifery, vol. 3, no. 2, p. 101, 2020, https://doi.org/10.35473/ijm.v3i2.623.

[6] W. H. Organization, Health system resilience indicators: an integrated package for measuring and monitoring health system resilience in countries. World Health Organization, 2024.

[7] F. E. Okonofua, L. F. C. Ntoimo, O. A. Adejumo, W. Imongan, R. N. Ogu, and S. O. Anjorin, “Assessment of Interventions in Primary Health Care for Improved Maternal , New-born and Child Health in Sub- Saharan Africa : A Systematic Review,” no. December, pp. 1–19, 2022, https://doi.org/10.1177/21582440221134222.

[8] P. Wirawan and W. Putra, “Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Melalui Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015 Paradigma New Public Service dalam Kualitas Pelayanan Publik Management , beralih ke prinsip paradigma New Public Service dalam administrasi,” vol. 3, no. 1, 2025, https://doi.org/10.54066/jrime.v3i1.2606.

[9] A. M. Wojcieszek et al., “WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience : strengthening the maternal and newborn care continuum,” pp. 8–11, 2023, https://doi.org/10.1136/bmjgh-2022-010992.

[10] P. Di et al., “Evaluasi Sistem Pencatatan Dan Pelaporan Dalam Implementasi Program,” vol. 12, no. 03, pp. 121–177, 2023, https://doi.org/10.22146/jkki.84811.

[11] G. Kostania, “Model Pelaksanaan dan Evaluasi Asuhan Kebidanan Berkesinambungan dalam Praktik Kebidanan Prodi D.IV Kebidanan,” J. Kebidanan dan Kesehat. Tradis., vol. 5, no. 1 SE-Articles, pp. 1–13, 2020, https://doi.org/10.37341/jkkt.v5i1.131.

[12] A. F. Zahra et al., “Implementasi Program Kesehatan Ibu dan Anak ( Kia ): Studi Kasus di Puskesmas Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2025,” vol. 4, no. 4, pp. 1297–1309, 2025, https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i4.6422.

[13] Y. Suryanti, D. N. Lilis, and H. Harpikriati, “Pengaruh Kompres Hangat terhadap Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sekernan Ilir Tahun 2020,” J. Akad. Baiturrahim Jambi, vol. 10, no. 1, p. 22, 2021, https://doi.org/10.36565/jab.v10i1.264.

[14] D. N. Simamora and F. Debataraja, Langkah-langkah Manajemen Asuhan Kebidanan dan SOAP. Penerbit NEM, 2021.

[15] Y. Yulianita, D. I. Virawati, and H. Suryani, “Pengaruh Strategi Konseling Berimbang (SKB) Terhadap Pengambilan Keputusan Ber Keluarga Berencana (KB) Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Wilayah Puskesmas Tanjung Selor,” Aspiration Heal. J., vol. 1, no. 3, pp. 448–456, 2023, https://doi.org/10.55681/aohj.v1i3.189.

[16] T. Oluwatola et al., “Assessment of quality of maternal and newborn care and its determinants : a national study of primary health care facilities in Nigeria,” vol. 6, 202, https://doi.org/10.1186/s12913-025-12957-6.

[17] K. Rakhmah, H. Rosyidah, and R. C. L. Wulandari, “Hubungan Standar Pelayanan Antenatal Care (Anc) 10 T Dengan Kepuasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang,” Link, vol. 17, no. 1, pp. 43–50, 2021, https://doi.org/10.31983/link.v17i1.6683.

[18] I. Nurohmah, R. Sa’adah, A. Apit, and E. P. Melati, “Penyuluhan tentang KB di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran,” J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 98–104, 2023, https://doi.org/10.37567/pkm.v3i2.2195.

[19] K. Kalaris et al., “Networks of Care : An Approach to Improving Maternal and Newborn Health,” vol. 10, no. 6, pp. 1–8, 2022, https://doi.org/10.9745/GHSP-D-22-00162.

[20] M. M. K. Id, F. P. Id, E. K. Id, and A. C. Moran, “PLOS GLOBAL PUBLIC HEALTH Availability of priority maternal and newborn health indicators : Cross-sectional analysis of pregnancy , childbirth and postnatal care registers from 21 countries,” pp. 1–18, 2023, doi: 10.1371/journal.pgph.0000739, https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0000739.

[21] P. Syaripah, R. Rindu, and E. P. Noviyani, “Hubungan Motivasi Ibu, Dukungan Keluarga Dan Peran Bidan Terhadap Kunjungan Nifas Di Puskesmas Maripari Kabupaten Garut Tahun 2023,” SENTRI J. Ris. Ilm., vol. 3, no. 5, pp. 2492–2506, 2024, https://doi.org/10.55681/sentri.v3i5.2812.

[22] N. Anggriyani and M. D. Listiyaningsih, “Pengaruh Senam Nifas Terhadap Kualitas Tidur Ibu Nifas,” Indones. J. Midwifery, vol. 6, no. 1, pp. 55–61, 2023.

[23] E. Hernawati and Susilawati, “Hubungan Strategi Konseling Berimbang Pada Ibu Hamil Dengan Pemilihan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di UPT Puskesmas Sukarasa,” J. Kesehat. Rajawali, vol. XII, no. 2022, pp. 21–24, 2024, https://doi.org/10.54350/jkr.v12i2.136.

[24] P. Apriyanti, A. Aini, and R. Lamdayani, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Intra Uterine Device (IUD) pada Akseptor Keluarga Berencana,” J. Ilm. Permas J. Ilm. STIKES Kendal, vol. 14, no. 1, pp. 237–244, 2024.

[25] R. P. Putri et al., “Efektivitas Intra Uterine Devices ( IUD ) Sebagai Alat Kontrasepsi Effectivity of Intra Uterine Devices (IUD) as a Contraception Devices,” Majority, vol. 5, no. 4, pp. 1–4, 2020.

[26] T. Ahmed et al., “The effect of COVID-19 on maternal newborn and child health ( MNCH ) services in Bangladesh , Nigeria and South Africa : call for a contextualised pandemic response in LMICs,” vol. 5, pp. 1–6, 2021, https://doi.org/10.1186/s12939-021-01414-5.

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles