HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL DI PUSKESMAS BONTOCANI KABUPATEN BONE

Authors

  • Dewi Hastuty Universitas Mega Buana Palopo
  • Adeliana Adeliana Universitaas Mega Buana Palopo
  • Kasmayani Kasmayani Universitaas Mega Buana Palopo
  • Arnianti Arnianti Universitaas Mega Buana Palopo

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i2.2063

Keywords:

Kehamilan, Stres, Riwayat Hipertensi, Hipertensi Gestasional, Faktor Risiko, Hipertensi dalam Kehamilan

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah utama di dunia kesehatan secara global dengan jumlah penderitanya yang melebihi satu miliar orang. Hipertensi juga merupakan salah satu masalah dalam bidang kesehatan yang sering terjadi pada kehamilan dan juga menimbulkan komplikasi pada 2-3% kehamilan. Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) merupakan 6-10% penyulit kehamilan dan merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin. Dalam hal ini hipertensi dalam kehamilan menimbulkan komplikasi hingga menyebabkan kematian ibu. Puskesmas Bontocani merupakan salah satu puskesmas dengan jumlah kasus hipertensi pada ibu hamil tertinggi di Kabupaten Bone dengan kisaran 4,5-6% setiap tahun. Hipertensi gestasional bisa kita jumpai ketika hasil pemeriksaan tekanan darah diperoleh ≥140/90 mmHg untuk pertama kalinya pada kehamilan, tidak disertai dengan proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dan tingkat stress dengan kejadian hipertensi gestasional di Puskesmas Bontocani. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan melibatkan 42 ibu hamil sebagai responden dengan menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi 13 (31%), ibu yang mengalami stress 15 (35.7%) dan ibu yang mengalami hipertensi gestasional 6 (14.3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi (p=0.041) dan stres (p=0,009) dengan kejadian hipertensi gestasional. Temuan ini menunjukkan pentingnya melakukan skrining awal dan berkala terhadap ibu hamil yang memiliki faktor risiko hipertensi gestasional, pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta upaya pengelolaan stres pada ibu hamil penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi kehamilan.

Views

24 kali

Downloads

22 kali

References

[1] World Health Organization, WHO Recommendations on Drug Treatment for Non-Severe Hypertension in Pregnancy. Geneva, Switzerland: World Health Organization, 2020.

[2] World Health Organization, World Health Statistics 2022: Monitoring Health for the SDGs. Geneva, Switzerland: World Health Organization, 2022, pp. 1–131.

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021.

[4] P. Lestari, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kabupaten Magelang,” Skripsi, 2019, pp. 4–11.

[5] American College of Obstetricians and Gynecologists, “Gestational hypertension and preeclampsia: ACOG Practice Bulletin, Number 222,” Obstetrics & Gynecology, vol. 135, no. 6, pp. e237–e260, 2020, doi: 10.1097/AOG.0000000000003891.

[6] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2024.

[7] M. Jin, X. Liu, X. Liu, Y. Wu, Y. Zhang, L. Zhang, Z. Li, R. Ye, and N. Li, “Association of pre-/early pregnancy high blood pressure and pregnancy outcomes: A systematic review and meta-analysis,” The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, vol. 37, no. 1, Art. no. 2296366, 2024, doi: 10.1080/14767058.2023.2296366.

[8] M. Caplan, L. S. Keenan-Devlin, A. Freedman, W. Grobman, P. D. Wadhwa, C. Buss, G. E. Miller, and A. E. B. Borders, “Lifetime psychosocial stress exposure associated with hypertensive disorders of pregnancy,” American Journal of Perinatology, vol. 38, no. 13, pp. 1412–1419, 2021, doi: 10.1055/s-0040-1713368.

[9] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta, Indonesia: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023.

[10] N. Annisa, A. Nurdin, A. Tihardimanto, U. Rimayanti, and A. Ahmad, “Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada ibu hamil,” Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), vol. 7, no. 4, pp. 1001–1011, 2024, doi: 10.56338/mppki.v7i4.4937.

[11] H. Alatas, “Hipertensi pada kehamilan,” Herb-Medicine Journal, vol. 2, no. 2, p. 27, 2019.

[12] T. Nurrahmadina, “Faktor risiko kejadian hipertensi dalam kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tahun 2020,” Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia, 2021, pp. 1–37.

[13] D. Rika Widianita, “Hipertensi: Artikel review,” AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, vol. 8, no. 1, pp. 1–19, 2023.

[14] A. N. A. Astri, M. F. M. Said, A. F. Arifin, and R. A. E., “Faktor risiko kejadian hipertensi dalam kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar tahun 2022,” Ranah Research, vol. 7, no. 4, pp. 2855–2864, 2025.

[15] F. Kusumasari, D. E. Rahayu, K. Hardjito, and Poltekkes Kemenkes Malang, “Hubungan stres kehamilan dengan terjadinya hipertensi dalam kehamilan: A systematic review,” Jurnal Ilmiah Kesehatan, vol. 28, no. 1, pp. 28–34, 2024.

[16] S. Husaidah, Y. D. Putri, and R. Harlina, “Obesitas dan tingkat stress menyebabkan kejadian preeklamsia pada ibu hamil,” Midwifery Care Journal, vol. 3, no. 2, pp. 30–39, 2022, doi: 10.31983/micajo.v3i2.8182.

[17] L. Pratiwi, H. Hasbiah, and E. Afrika, “Hubungan usia, paritas, dan riwayat hipertensi terhadap terjadinya hipertensi gestasional pada ibu hamil di Puskesmas Babat,” PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 6, no. 1, pp. 590–596, 2022.

[18] C. Lissåker, T. Hemmingsson, K. Kjellberg, P. Lindfors, and J. Selander, “Occupational stress and pregnancy-related hypertension and diabetes: Results from a nationwide prospective cohort,” Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, vol. 48, no. 3, pp. 239–247, 2022, doi: 10.5271/sjweh.4004.

[19] V. J. M. Pop, M. G. B. M. Boekhorst, R. Deneer, G. Oei, J. J. Endendijk, and W. J. Kop, “Psychological distress during pregnancy and the development of pregnancy-induced hypertension: A prospective study,” Psychosomatic Medicine, vol. 84, no. 4, pp. 446–456, 2022, doi: 10.1097/PSY.0000000000001050.

[20] “Determining psychological distress during pregnancy and its association with the development of a hypertensive disorder,” Pregnancy Hypertension, vol. 28, pp. 81–87, 2022, doi: 10.1016/j.preghy.2022.02.009.

[21] H. Hasriantirisna, K. R. Nanda, and M. Munawwarah, “Effects of stress during pregnancy on maternal and fetal health: A systematic review,” Advances in Healthcare Research, vol. 2, no. 2, 2024.

Downloads

Published

2026-09-17

Issue

Section

Articles