HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMASIN INDAH

Authors

  • Viola Georgyna Angel Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Rr. Sri Nuriaty Masdiputri Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Noor Anisa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Vonny Khresna Dewi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2099

Keywords:

Asi_Ekslusif, Motorik_kasar, KPSP_Perkembangan

Abstract

Pemberian nutrisi tunggal melalui ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat berkontribusi terhadap optimalisasi perkembangan motorik kasar bayi. ASI mengandung zat gizi yang esensial untuk pertumbuhan saraf dan otot pada masa awal pertumbuhan. Untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banjarmasin Indah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 121 bayi, dengan sampel sebanyak 55 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar bayi (p < 0,001). Bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif secara nyata memiliki capaian motorik yang lebih baik, di mana 90,3% di antaranya berada pada kategori sesuai. Nilai Odds Ratio sebesar 24,370 menegaskan bahwa pemberian ASI Eksklusif merupakan faktor determinan yang sangat kuat, memberikan peluang 24,3 kali lebih besar bagi bayi untuk mencapai perkembangan. Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Banjarmasin Indah

Views

38 kali

Downloads

32 kali

References

[1] Fatimah, S., Wulandatika, D., Putri, M. D., Nuriaty, R. S., Anisa, N., & Mariati, N. (2024). Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Persiapan Menyusui melalui Pelatihan Teknik Menyusui yang Benar Menggunakan Video Edukasi Sebagai Media Komunikasi Efektif di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar . 4(2), 76–81, https://doi.org/10.55606/jpikes.v4i2.4103.

[2] Mirawati, M., Masdiputri, R. S. N., Puteri, M. D., Hikmah, T., & Fatmawati, F. (2022). Edukasi ASI Eksklusif Untuk Persiapan Menyusui Menjelang Persalinan. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 7–12, https://doi.org/10.53770/amjpm.v2i1.109.

[3] Noor Anisa. (2024). The Relationship Between Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) in Childbirth Stage IV and Bounding Attachment in Babies at TPMB Banjarmasin City. Journal of Midwifery and Reproduction, 8, 10–17, https://doi.org/10.35747/jmr.v8i1.1099.

[4] Fatimah. (2017). Tantangan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah perkotaan. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan. https://doi.org/10.31101/jkk.v13i1.256

[5] Julizar, & Muslim. (2021). Efektivitas ASI eksklusif dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar bayi usia 7–12 bulan di Aceh Utara. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 17(1), https://doi.org/10.33024/jkm.v7i1.3346.

[6] Liana Neny, et al. (2024). Evaluasi program SDIDTK dan capaian motorik kasar bayi di Banjarmasin. Puskesmas Banjarmasin.

[7] Mirawati, et al. (2022). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan tahapan perkembangan motorik kasar pada bayi. Jurnal Ilmiah Kesehatan.

[8] Mirawati, M., Rahmawati, A., & Saputra, H. (2022). Analisis pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini: Tinjauan aspek fisik dan kognitif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 145–158. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1523

[9] Petrus, Rofiqoh, & Koro. (2025). Hubungan ASI eksklusif dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 7–12 bulan. Jurnal Nutrisi dan Kesehatan, https://doi.org/10.53345/bimiki.v13i2.574.

[10] Rahayu, & Nurhidayah. (2020). Pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap keterlambatan motorik duduk dan berdiri pada bayi di Kalimantan Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.

[11] Sa’diyah, Munir, & Hurin. (2025). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6–24 bulan. Jurnal Perkembangan Anak https://doi.org/10.48144/jiks.v18i2.2131.

[12] Safitri, et al. (2021). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kemampuan motorik kasar pada bayi usia 6–12 bulan. Indonesian Journal of Health Science. https://doi.org/10.32528/ijhs.v13i1.4852

[13] Silaban, et al. (2023). Analisis faktor perkembangan motorik kasar pada bayi: Studi literatur. Jurnal Pendidikan Kesehatan.

[14] Susilawati, & Purwati. (2025). ASI eksklusif dan hubungannya dengan perkembangan motorik halus pada bayi. Jurnal Kebidanan Kontemporer.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles