ANALISIS JALUR FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERKEMBANGAN BALITA

Authors

  • Husnul Fadillah Universitas Andalas
  • Desmawati Desmawati Universitas Andalas
  • Nur Afrainin Syah Universitas Andalas
  • Rinang Mariko Universitas Andalas
  • Husna Yetti Universitas Andalas
  • Roza Silvia Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2181

Keywords:

Path Analysis, Perkembangan Balita, Status Gizi, Faktor Internal, Faktor Eksternal

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan merupakan peningkatan kemampuan fungsi tubuh menuju proses kematangan yang memengaruhi sistem neuromuskular, kemampuan bicara, motorik, emosi, dan sosialisasi. Perkembangan balita dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap perkembangan balita menggunakan pendekatan analisis jalur. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Belimbing Kecamatan Kuranji Kota Padang pada bulan Desember 2025-Januari 2026. Sampel penelitian adalah 104 balita berusia 6-59 bulan, dengan ibu sebagai responden yang dipilih secara proportional sampling dilanjutkan dengan convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis dengan SmartPLS 4.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi berpengaruh langsung terhadap perkembangan balita. Berat badan lahir, paritas, dan pola asuh berpengaruh tidak langsung terhadap perkembangan melalui jalur status gizi. Analisis pengaruh kausal dalam model terbesar yaitu status gizi (p=0,000) kemudian diikuti oleh prematuritas (p=0,001), pola asuh (p=0,011), berat badan lahir (p=0,026), dan pendidikan ibu (p=0,028). Variasi perkembangan balita dapat dijelaskan oleh model sebesar R²=47,8% kategori sedang–kuat (moderate to substantial).  Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi merupakan determinan utama perkembangan balita, baik secara langsung maupun sebagai mediator hubungan faktor internal dan eksternal.

Views

31 kali

Downloads

24 kali

Author Biographies

Husnul Fadillah, Universitas Andalas

Program Studi kebidanan Program Magister, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Nur Afrainin Syah, Universitas Andalas

Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Rinang Mariko, Universitas Andalas

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Husna Yetti, Universitas Andalas

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Roza Silvia, Universitas Andalas

Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

References

[1] World Health Organization, Improving Early Childhood Development. geneva: World Health Organization, 2021.

[2] Badan Pusat Statistik, Kemiskinan dan Ketimpangan 2023. Jakarta: BPS, 2023.

[3] Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak, 3rd ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2020.

[4] L. El Sinta, F. Andriani, Yulizawati, and A. A. Insani, Buku Ajar Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi dan Balita. Sidoarjo: Indomedia Pustaka, 2019.

[5] V. M. Aguayo and P. R. Britto, “The first and next 1000 days: a continuum for child development in early life,” Lancet, vol. 404, no. 10467, pp. 2028–2030, Nov. 2024, doi: 10.1016/S0140-6736(24)02439-5.

[6] Kementerian Kesehatan RI, “Laporan Nasional Riskesdas 2018,” Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta, 2019. [Online]. Available: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf

[7] Kemenkes RI, “Survei Kesehatan Indonesia,” 2023.

[8] Dinkes Kota Padang, “Laporan Tahunan Dinas Kesehatan KOta Padang 2023 Edisi 2024,” Padang, 2024.

[9] World Health Organization, Improving early childhood development: WHO Guideline. geneva, 2020. [Online]. Available: https://www.urban.org/research/publication/improving-early-childhood-development-policies-and-practices

[10] Kemenkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014. Jakarta: Kemenkes RI, 2014.

[11] A. Komaini, Kemampuan motorik anak usia dini. Depok: PT. Raja Grafindo Persada, 2019.

[12] L. Anggorowati, L. Fauzi, and S. Rohmah, “Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 12-24 Bulan,” Indones. J. Heal. Community, vol. 2, no. 2, p. 51, 2021, doi: 10.31331/ijheco.v2i2.1790.

[13] J. Trickett et al., “Neuropsychological abilities underpinning academic attainment in children born extremely preterm,” Child Neuropsychol., vol. 28, no. 6, pp. 746–767, 2022, doi: 10.1080/09297049.2021.2014433.

[14] J. W. Santrock, Life-Span Development, 17th ed. New York: McGraw-Hill Higher Education, 2018.

[15] W. Albertha et al., Profil Migran Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2021. Jakarta: BPS RI, 2021.

[16] N. A. Anggreyini, D. D. Salmarini, and L. Kusumawati, “Hubungan Jenis Kelamin dan Pendapatan Orang Tua dengan Perkembangan Bahasa Anak Prasekolah TK Budi Mulia,” Heal. Res. J. Indones., vol. 1, no. 5, pp. 185–189, 2023, [Online]. Available: https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/134

[17] I. Suhartanti, Z. Rufaidah, W. Setyowati, and F. W. Arianti, Stimulasi kemampuan motorik halus anak pra sekolah. Mojokerto: Stikes Majapahit Mojokerto, 2019.

[18] Rezky, N. W. Utami, and M. Andinawati, “Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah di Wilayah KErja Posyandu Kalisongo Kecamatan Dau,” J. Nurs. News, vol. XI, no. 1, pp. 31–37, 2017.

[19] E. Suryani, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Penantalaksanaannya. Kediri: Starda Press, 2020.

[20] M. Soleha and V. T. Zelharsandy, “Pengaruh Paritas di Keluarga terhadap Status Gizi Anak Balita : Literature Review,” Lentera Perawat, vol. 4, no. 1, p. 11, 2023.

[21] I. Haryanti and R. Wulan, “Hubungan Pijat Bayi dan Riwayat Kelahiran Prematur dengan Kemampuan Motorik Kasar pada Bayi Usia 3 – 6 Bulan,” Cendekia Med. J. STIKES Al-Ma’arif Baturaja, vol. 8, no. 1, pp. 54–63, 2023.

[22] F. N. Sa’adah, “Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Status Pemberian ASI Dan Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Usia Pra-Sekolah Di PAUD Puspita Kecamatan Cibadak Sukabumi Tahun 2021,” Indones. Sch. J. Nurs. Midwifery Sci., vol. 2, no. 03, pp. 604–613, 2022, doi: 10.54402/isjnms.v2i03.244.

[23] A. Iwo, N. M. A. Sukmandari, and C. W. Prihandini, “Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Balita di Puskesmas Tampaksiring II,” J. Keperawatan Terpadu, vol. 9698, no. 1, pp. 1–9, 2021.

[24] Kemenkes RI, Kemenkes RI. (2016). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI, 2016.

[25] D. Damayanti and B. Salsyabilla, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Balita Usia 24-60 Bulan,” PubHealth J. Kesehat. Masy., vol. 4, no. 1, pp. 74–80, 2025, doi: 10.56211/pubhealth.v4i1.1043.

[26] A. K. Rini, “Hubungan Pendidikan Ibu Dan Paritas Dengan Perkembangan Anak Balita Umur 3-4 Tahun Di PAUD Baitul Izzah Kota Bengkulu,” J. Terpadu Ilmu Kesehat., vol. 6, no. 1, pp. 1–6, 2016, doi: 10.37341/interest.v6i1.62.

[27] WHO, Nurturing care for early child development, vol. 37, no. 8. geneva, 2018. [Online]. Available: http://www.nurturing-care.org/

[28] A. A. Pratama, J. Ardian, W. Lastyana, M. T. Jauhari, and B. F. Rahmiati, “Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun,” Nutr. J. Pangan, Gizi, Kesehat., vol. 04, no. 2, pp. 33–38, 2023.

[29] N. G. Prihartanti, Mudhawaroh, and S. F. Ningtyas, “Relationship of Nutritional Status and Development in Toddlers Aged 1-5 Years,” Sci. Midwifery, vol. 10, no. 4, pp. 2721–9453, 2022, [Online]. Available: www.midwifery.iocspublisher.orgjournalhomepage:www.midwifery.iocspublisher.org

[30] S. E. Cusick and M. K. Georgieff, “The Role of Nutrition in Brain Development: The Golden Opportunity of the ‘First 1000 Days’.,” J. Pediatr., vol. 175, pp. 16–21, Aug. 2016, doi: 10.1016/j.jpeds.2016.05.013.

[31] L. Hanifah, F. Kartini, and S. Ratnaningsih, “Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Balit di Wilayah Puskesmas Sibela Surakarta,” vol. 15, no. 1, pp. 153–170, 2024.

[32] D. Chen, Y. Huang, A. Swain, X. Yang, and J. Yu, “Analysis of trend and associated factors of neuropsychological development of infants and toddlers based on longitudinal data,” Children, vol. 8, no. 866, 2021, doi: 10.3390/children8100866.

[33] Z. Zhang et al., “Sex differences in neurodevelopment trajectories over the first 3 years.,” Child Neuropsychol. a J. Norm. Abnorm. Dev. Child. Adolesc., vol. 1, no. 15, 2026.

[34] S. A. N. Halu, “Pengaruh Riwayat Lahir Terhadap Perkembangan Anak Prasekolah Di Surakarta,” Wawasan Kesehat., no. Vol. 3 No. 2 (2018): Jurnal Wawasan Kesehatan, pp. 51–56, 2018, [Online]. Available: https://stikessantupaulus.e-journal.id/JWK/article/view/42/26

[35] D. N. Wigati, S. Untari, and R. Sahara, “Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 3-5 Tahun,” Jambura J. Heal. Sci. Res., vol. 7, no. 1, pp. 116–123, 2025, doi: 10.35971/jjhsr.v7i1.29138.

[36] Y. N. Khayati and Sundari, “HubunganBerat Badan LahirDenganPertumbuhan Dan Perkembangan,” Indones. J. Midwivery, vol. 2, no. 2, pp. 58–63, 2019.

[37] M. A. Rahayu, L. Suryani, and I. Yanti, “Pengaruh riwayat berat badan lahir terhadap perkembangan anak usia 2-5 tahun di desa lemahmulya, kec. majalaya.,” HSG J., vol. 3, no. 2, pp. 45–56, 2018.

[38] N. A. Firdausy, C. Hasanudin, M. Ulfah, and A. T. Rahayu, “Dampak Kelahiran Prematur terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini Nisa,” Pros. Semin. Nas., vol. 1, no. 1, pp. 53–58, 2025.

[39] J. Vogel, S. Chawanpaiboon, A.-B. Moller, and K. Watananirun, “The global epidemiology of preterm birth 52, 3-12.,” Best Pract. Res. Clin. Obstet. Gynaecol., vol. 52, pp. 3–12, 2018.

[40] B. E. Medise, “Pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur: Apa saja risiko jangka panjangnya?,” Amerta Nutr., pp. 27–33, 2021, doi: 10.20473/amnt.

[41] S. Notoadmojo, Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2018.

[42] M. Yulika, N. A. Syah, and Y. Yusrawati, “Maternal determinants of stunting: findings from a cross-sectional study in Padang, Indonesia,” BKM Public Heal. Community Med., vol. 41, no. 3, p. e11556, 2025, doi: 10.22146/bkm.v41i03.11556.

[43] H. Sa’Diyah, D. L. Sari, and A. N. Nikmah, “Hubungan Antara Pola Asuh dengan Status Gizi pada Balita,” J. Mahasiwa Kesehat., vol. 1, no. 2, pp. 151–158, 2020.

[44] D. A. Puspitasari, I. Nurdiah, M. A. Deliyanti, E. Malihah, and M. N. A. Abdullah, “Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Kasep Geulis, Bandung,” Sosietas J. Pendidik. Sosiol. Modal, vol. 15, no. 2, 2025, doi: 10.17509/sosietas.v15i2.91301.

[45] Y. Nurmalasari, F. L. Mustofa, and W. Wulandari, “Faktor – Faktor Riwayat ibu yang menyebabkan terjadinya stunting pada balita usia 6-59 bulan di Lampung Tengah,” Holistik J. Kesehat., vol. 13, no. 4, pp. 301–305, 2019, doi: 10.33024/hjk.v13i4.2062.

[46] N. Paramitasari, E. Ekayamti, and R. Ratnawati, “Hubungan Pengetahuan, Peran, dan Status Ekonomi Terhadap Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun,” J. Profesi Kesehat. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 19–28, 2025.

Downloads

Published

2024-06-30

Issue

Section

Articles