ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS BERPERSFEKTIF GENDER DI TPMB HALIJA HARUN KOTA: STUDI KASUS

Authors

  • Evy Salsabilah Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Elyanovianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i2.2192

Keywords:

Masa Nifas, Asuhan Kebidanan, Perspektif Gender, Dukungan Suami, Adaptasi Postpartum

Abstract

Masa nifas (puerperium) merupakan periode kritis pascapersalinan yang rentan terhadap komplikasi fisik dan distres psikologis seperti postpartum blues. Dukungan suami berbasis kesetaraan gender memegang peranan krusial dalam keberhasilan adaptasi psikologis ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan asuhan kebidanan masa nifas yang berperspektif gender dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah Ny. Y (36 tahun, P3A0) pada masa nifas normal dengan luka episiotomi beserta suaminya di TPMB Halija Harun Kota Makassar. Studi dilaksanakan dari tanggal 10 Februari hingga 18 April 2025. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi klinis, dan dokumentasi asuhan kebidanan sebanyak tiga kali kunjungan terstruktur. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa implementasi asuhan berperspektif gender melalui pelibatan aktif suami secara emosional dan praktis (seperti melakukan pijat oksitosin, membantu perawatan bayi, serta dekonstruksi pembagian tugas domestik) berhasil mempercepat adaptasi psikologis ibu fase taking in, meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI secara signifikan, serta meminimalkan keluhan intensitas nyeri perineum. Kesimpulannya, asuhan kebidanan yang mengintegrasikan perspektif gender dan pelibatan suami terbukti efektif mendukung proses pemulihan ibu secara holistik dan mencegah risiko morbiditas psikologis.

Views

14 kali

Downloads

3 kali

References

[1] Sulasmi and E. Y. Kurniawati, “Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Tingkat Kecemasan dan Stres pada Ibu Nifas: Double-Blind Randomized Controlled Trial,” Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences), vol. 1, no. 4, pp. 104–112, Jul. 2025, doi: 10.65318/agribiohealth.v1i4.22.

[2] R. Sugesti and S. St, Asuhan Kebidanan Komprehensif: Teori dan Praktik dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: PT Aksara Medika, 2025.

[3] World Health Organization, Trends in maternal mortality 2000 to 2020. World Health Organization, 2023.

[4] Kementerian Kesehatan RI, “Kemenkes RI , 2023,” Profil kesehatan Indonesia 2023, 2023, Accessed: May 22, 2026. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023

[5] Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi sulawesi selatan dalam angka-2024. Provinsi Sulawesi Selatan: BPS-Statistics Sulawesi Selatan, 2024.

[6] I. Iskandar and A. Syam, “Father Support, Postpartum Depression, and Breastfeeding Weaning Time: A Structural Equational Model,” Nurse Media Journal of Nursing, vol. 14, no. 2, pp. 223–234, Aug. 2024, doi: 10.14710/nmjn.v14i2.54272.

[7] M. Pracheta Kumaratungga et al., “Peran Gender dalam Mendukung Pemulihan Kesehatan Ibu pada Masa Postpartum: Tinjauan Literatur The Role of Gender in Supporting Maternal Health Recovery in the Postpartum Period: A Literature Review Artikel Review,” Jurnal Kolaboratif Sains, vol. 9, no. 1, pp. 759–772, 2026, doi: 10.56338/jks.v9i1.9766.

[8] E. Sendas and A. Freitas, Postpartum Care and Maternal Adaptation Handbook. Healthcare Sciences Press, 2024.

[9] Kementerian Kesehatan RI, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Nomor 21 Tahun 2021. Jakarta, 2021.

[10] N. Zulfatunnisa’ and W. Puspita Dewi, “Efektifitas pijat oksitosin oleh suami terhadap produksi ASI pada primipara,” Jurnal Kebidanan Indonesia, vol. 15, no. 2, p. 164, Jul. 2024, doi: 10.36419/jki.v15i2.1101.

[11] Yuwanti and Miftahul Fadhilah Azzahra, “DUKUNGAN SUAMI DAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN POST PARTUM BLUES,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku, vol. 5, no. 1, pp. 36–43, Mar. 2025, doi: 10.35720/jpkm.v5i1.70.

[12] I. G. A. P. P. Astuti, N. M. R. Nurtini, and N. . L. P. S. P. Astuti, “Pengaruh Pelibatan Suami dalam Asuhan Kebidanan Masa Nifas Terhadap Adaptasi Psikologis Ibu Postpartum,” Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery), vol. 11, no. 1, pp. 25–34, Jun. 2023.

[13] K. Weston, A. Brandt Anbari, T. Bloom, K. Everett, and L. Bullock, “Expectations and Perspectives About Infant Feeding of Their First Child Among Rural Women,” Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, vol. 54, no. 2, pp. 219-228.e3, Mar. 2025, doi: 10.1016/j.jogn.2024.11.004.

[14] R. L. Zhang et al., “The effect of breast massage combined with co-parenting interventions on breastfeeding in mother-infant separated mothers: a quasi-experimental study,” Front. Nutr., vol. 13, Apr. 2026, doi: 10.3389/fnut.2026.1770798.

[15] M. Sobral et al., “Neurobiological Correlates of Fatherhood During the Postpartum Period: A Scoping Review,” Feb. 03, 2022, Frontiers Media S.A. doi: 10.3389/fpsyg.2022.745767.

[16] P. K. D. Putri, “Couples Communication in Decision Making on the Use of Contraceptive Devices (Studi Pustaka: Komunikasi Pasangan dalam Pengambilan Keputusan Penggunaan Alat Kontrasepsi),” Scriptura, vol. 13, no. 1, pp. 90–99, Aug. 2023, doi: 10.9744/scriptura.13.1.90-99.

Downloads

Published

2026-10-12

Issue

Section

Articles