FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLOUR ABLUS PADA IBU HAMIL DI RSUD KOTA PRABUMULIH TAHUN 2024

Authors

  • Desi Ratnasari Akademi Kebidanan Rangga Husada Prabumulih
  • Gustika Anggrian Akademi Kebidanan Rangga Husada Prabumulih
  • Devi Hartati Universitas Abdurrab
  • Puspa Nagah Sari Akademi Kebidanan Rangga Husada Prabumulih

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i2.2228

Keywords:

Flour Albus, Keputihan, Kehamilan, Usia Ibu, Paritas

Abstract

Latar Belakang: Flour albus (keputihan) pada kehamilan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada ibu maupun janin, termasuk persalinan prematur dan berat lahir rendah. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian flour albus pada ibu hamil di RSUD Kota Prabumulih tahun 2024. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 305 ibu hamil yang dipilih secara random sampling dari rekam medik RSUD Prabumulih periode Januari–Desember 2024; analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 305 responden, 72 orang (23,6%) mengalami fluor albus. Terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dan kejadian fluor albus (p < 0,001; OR = 19,08), di mana ibu dengan usia risiko tinggi memiliki peluang lebih besar mengalami fluor albus dibandingkan usia risiko rendah. Tingkat pendidikan juga berhubungan bermakna (p < 0,001; OR = 14,53), dengan proporsi kejadian lebih tinggi pada kelompok berpendidikan tinggi. Paritas berhubungan bermakna dengan kejadian fluor albus (p < 0,001; OR = 23,02), di mana ibu dengan paritas risiko tinggi memiliki peluang lebih besar mengalami fluor albus.Kesimpulan: Usia ibu, tingkat pendidikan, dan paritas berhubungan signifikan dengan kejadian fluor albus pada ibu hamil. Faktor usia dan paritas menunjukkan peningkatan peluang yang kuat, sedangkan hubungan pendidikan perlu ditafsirkan secara hati-hati karena kemungkinan dipengaruhi oleh deteksi kasus yang lebih baik maupun faktor perancu lain. Edukasi higiene reproduksi dan deteksi dini pada kelompok risiko tetap perlu diperkuat dalam pelayanan antenatal

Views

46 kali

Downloads

44 kali

References

[1] Wahyunita, "Flour albus pada kehamilan, etiologi, penyebab, gejala dan penatalaksanaan," Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 2023.

[2] WHO, "Reproductive health: vaginal sischarge and pregnancy genewa," WHO, 2021.

[3] Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, "Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan," 2023. [Online].

[4] Horidah, "Hubungan usia ibu hamil dengan kejadian keputihan," Midwifery Journal, vol. 2, pp. 88-94, 2022.

[5] Yulice, "Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian flour albus pada ibu hamil di Puskesmas Bangetayu," Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, vol. 14, no. 1, pp. 78-85, 2023.

[6] J.R.Wilson, S.A Brown and T.Keller, "Vaginal microbiome in pregnancy and its association with adverse outcomes," Frontiers in Cellular and Infection Microbiology," vol. 12, 2024.

[7] A. Workowaki and J.Bolan, "Sexually transmitted infections treatment considerations relevant to vaginal discharge,"," MMWR reccomendations and report., vol. 70 No.4, 2023.

[8] C.A.F Mendling, "Vulvovaginal candidosis in pregnancy," Current Opinion in Obstetrics and Gynecology," Vols. 33. No 6. PP 456-462, 2021.

[9] E.K.Ma, L.Chen and P.Harding, "Pregnancy-associated changes in vaginal immunity and microbiota,"," Microorganisme, Vols. 70, No. 03 Pp 1-16, 2023.

[10] Kementerian Republik Indonesia, "Profil Kesehatan Indonesia," 2024. [Online].

[11] Kemenkes RI, "Profil Kementerian Kesehatan RI," 2023. [Online].

[12] S.R. Newman and L. Patel, "Health literacy, care-seeking behavior, and women’s reproductive health outcomes," BMC Women Health, Vols. 21 No. 1, PP.1-9, 2021.

Downloads

Published

2026-07-30

Issue

Section

Articles