HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN OBSTETRI DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA IBU HAMIL DENGAN PENDEKATAN CROSS-SECTIONAL KUANTITATIF DI PMB LISMARINI KOTA PALEMBANG

Authors

  • Riska Widya Astuti STIKES Al-Su'aibah
  • Ike Sri Wahyuni STIKES Al-Su’aibah
  • Eti Sumarni STIKES Al-Su’aibah
  • Bulan Purnama Sari STIKES Al-Su’aibah

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i2.2371

Keywords:

Kehamilan, Usia, Paritas, Pendidikan, Pengetahuan, Kesehatan Mental

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang memerlukan kesiapan fisik dan psikologis karena perubahan biologis, hormonal dan sosial yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada ibu hamil. Gangguan kesehatan mental selama kehamilan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap ibu maupun janin, seperti persalinan premature, gangguan perkembangan janin, hingga peningkatan morbiditas maternal. Berbagai faktor seperti usia, tingkat pendidikan, paritas dan pengetahuan diduga berperan dalam kondisi tersebut.

Tujuan : Untuk menganalisis hubungan usia, tingkat pendidikan, paritas, dan pengetahuan dengan kesehatan mental pada ibu hamil di PMB Lismarini Kota Palembang

Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 40 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner demografi, kuesioner pengetahuan tentang kesehatan mental, dan kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scale). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square dengan tingkat signifikansi 95% (α= 0,05).

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,5% responden berada dalam kondisi kesehatan mental yang tidak normal. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kesehatan mental ibu hamil (p = 0,93). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan (p = 0,003) , paritas (p = 0,004) , dan tingkat pengetahuan (p = 0,002) dengan kesehatan mental ibu hamil.

Kesimpulan : tingkat pendidikan, paritas dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi kesehatan mental, skrinning psikologis rutin selama pelayanan antenatal, serta kolaborasi tenaga kesehatan serta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil.

Views

53 kali

Downloads

26 kali

References

[1] J. Sudirman, Rahayu Eryani K., and Fadjriah Ohorella, “Upaya Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan di Masa Pandemi Covid-19,” INCOME Indones. J. Community Serv. Engagem., vol. 1, no. 2, pp. 28–34, 2022, doi: 10.56855/income.v1i2.46.

[2] N. Imania Awanda and D. Handayani, “Literature Review: Anxiety in Pregnant Women during the Covid-19 Pandemic,” Dis. Prev. Public Heal. J., vol. 17, no. 1, pp. 32–38, 2023, doi: 10.12928/dpphj.v17i1.6315.

[3] S. Zulaekah and Y. Kusumawati, “Kecemasan sebagai Penyebab Gangguan Kesehatan Mental pada Kehamilan di Layanan Kesehatan Primer Kota Surakarta,” J. Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, vol. 17, no. 1, pp. 59–73, 2021, doi: 10.31101/jkk.2064.

[4] I. R. Nurul Aeni, Nur Anita, Fredy Akbar K, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Ibu Hamil dan Dampaknya terhadap Kesehatan Ibu Dan Bayi: A Literature Review,” J. Kesehat. Marendeng, vol. I, no. 1, pp. 65–79, 2021, doi: DOI: https://doi.org/10.58554/jkm.v8i2.82.

[5] Atik Sunarmi, “Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Pada Ibu Hamil: Scoping Review,” Detect. J. Inov. Ris. Ilmu Kesehat., vol. 1, no. 3, pp. 32–38, 2023, doi: 10.55606/detector.v1i3.2068.

[6] A. Bedaso, J. Adams, W. Peng, and D. Sibbritt, “The relationship between social support and mental health problems during pregnancy: a systematic review and meta-analysis,” Reprod. Health, vol. 18, no. 1, pp. 1–23, 2021, doi: 10.1186/s12978-021-01209-5.

[7] D. P. Halman, S. Umar, and T. Limbong, “Perbedaan Tingkat Kecemasan Primigravida dan Multigravida Trimester III dalam Menghadapi Persalinan,” J. Ilm. Kesehat. Sandi Husada, vol. 11, pp. 513–521, 2022, doi: 10.35816/jiskh.v11i2.822.

[8] A. N. Zannah, L. K. Zalika, A. D. Astiti, and E. A. Septiyono, “Sosialisasi Pentingnya Kesehatan Mental Ibu Hamil Dengan Slogan ‘Suami’ Dijaga Ibu Hamil Sejahtera,” J. Sade., vol. 2, no. 02, pp. 82–87, 2024, doi: 10.36858/js.v2i2.813.

[9] F. Jacobi et al., “Twelve-month prevalence, comorbidity and correlates of mental disorders in Germany: the Mental Health Module of the German Health Interview and Examination Survey for Adults (DEGS1-MH),” Int. J. Methods Psychiatr. Res., vol. 23, no. 3, pp. 304–319, 2014, doi: https://doi.org/10.1002/mpr.1439.

[10] A. P. Kartika Adyani, Alfiah Rahmawati, “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Mental pada Ibu Selama Kehamilan : Literature Review Influencing,” vol. 6, no. 6, pp. 1033–1038, 2023, doi: https://doi.org/10.56338/mppki.v6i6.3388.

[11] L. D. Ridayanti, A. A. Senjaya, and N. K. E. Astiti, “Hubungan Antara Paritas, Usia, Dan Pendidikan Ibu Hamil Trimester Iii Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Banjar I,” J. Ilm. Kebidanan (The J. Midwifery), vol. 11, no. 2, pp. 147–154, 2023, doi: 10.33992/jik.v11i2.2528.

[12] V. Budiarti, R. Putri, and C. R. Amelia, “Hubungan Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan,” J. Issues Midwifery, vol. 2, no. 1, pp. 1–18, 2018, doi: 10.21776/ub.joim.2018.002.01.1.

[13] Y. Cai et al., “Psychological Status During the Second Pregnancy and Its Influencing Factors,” Patient Prefer. Adherence, vol. 16, no. August, pp. 2355–2363, 2022, doi: 10.2147/PPA.S374628.

[14] M. G. Ramadhan, “Faktor-Faktor Terjadinya Kematian Neonatal di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017,” J. Biostat. Kependudukan, dan Inform. Kesehat., vol. 3, no. 2, 2023, doi: 10.7454/bikfokes.v3i2.1042.

[15] M. Azahra, S. Soekiswati, and Wijayanti, “Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Usia, dan Paritas Ibu Hamil,” J. Keilmuan dan Keislam., pp. 168–178, 2025, doi: 10.23917/jkk.v4i2.398.

[16] M. F. S. Nina Artika Dewi, Sirlii Diana, Nur Azizah Lubis, “Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesiapan ibu dalam Menjalani Kehamilan,” vol. 11, no. 11, pp. 2202–2210, 2024, doi: https://doi.org/10.33024/jikk.v11i11.17547.

[17] Muliatul Jannah, Endang Surani, and Rahayu Sekar Dewi, “Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Hamil Terhadap Kehamilan Risiko Tinggi,” Sehat Rakyat J. Kesehat. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 131–140, 2023, doi: 10.54259/sehatrakyat.v2i1.1506.

[18] R. A. Hapsari, I. C. Zuliyati, P. Lestari, and U. A. Ata, “Hubungan Usia dengan Kesehatan Mental Ibu hamil Kecamatan Bantul,” vol. 4, no. 2, pp. 526–531, 2025, doi: https://doi.org/10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1667.

[19] U. Khasanah, “Hubungan pendidikan ibu hamil terhadap persepsi mutu pelayanan pada kunjungan pelayanan antenatal care,” J. Kebidanan, vol. 9, no. 2, p. 123, 2020, doi: 10.26714/jk.9.2.2020.123-128.

[20] H. Fadilla, M. Anggraeni, and H. Hidayani, “The relationship between family support, knowledge and behavior of pregnant women on the level of anxiety of pregnant women before giving birth,” SIMFISIS J. Kebidanan Indones., vol. 3, no. 4, pp. 708–717, 2024, doi: 10.53801/sjki.v3i4.213.

[21] A. Meisyalla, L. Nidhana, and B. Novrika, “Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil di Desa Pulau Rambai,” J. Ners, vol. 8, no. 23, pp. 178–186, 2024, doi: https://doi.org/10.31004/jn.v8i1.23506.

Downloads

Published

2026-08-31

Issue

Section

Articles