STIGMA DAN RASA MALU SEBAGAI HAMBATAN PSIKOSOSIAL PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v5i2.2409Keywords:
Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA, Rasa malu, Stigma, Wanita Usia SuburAbstract
Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan perempuan dengan cakupan skrining yang belum memadai, termasuk pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Rendahnya partisipasi pemeriksaan IVA tidak hanya berkaitan dengan faktor akses layanan, tetapi juga hambatan psikososial seperti stigma dan rasa malu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan stigma dan rasa malu sebagai hambatan psikososial dengan partisipasi pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pemetung Basuki Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 108 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, terdapat hubungan yang bermakna antara stigma dengan partisipasi (χ² = 51,934; df = 2; p < 0,001). Nilai Cramer's V sebesar 0,693 menunjukkan bahwa hubungan antara stigma dengan partisipasi pemeriksaan IVA tergolong kuat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara rasa malu dengan partisipasi (χ² = 67,622; df = 1; p < 0,001). Nilai Cramer's V sebesar 0,791 menunjukkan bahwa hubungan antara rasa malu dengan partisipasi pemeriksaan IVA memiliki hubungan yang kuat. Kesimpulan Semakin tinggi stigma dan adanya rasa malu berkaitan dengan semakin rendahnya partisipasi pemeriksaan IVA.
Views
Downloads
References
[1] American Cancer Society, “2023-cancer-facts-and-figures,” 2023. Diakses: 11 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.cancer.org/content/dam/cancer-org/research/cancer-facts-and-statistics/annual-cancer-facts-and-figures/2023/2023-cancer-facts-and-figures.pdf
[2] C. K. Chan, G. Aimagambetova, T. Ukybassova, K. Kongrtay, dan A. Azizan, “Human Papillomavirus Infection and Cervical Cancer: Epidemiology, Screening, and Vaccination - Review of Current Perspectives,” 2019, Hindawi Limited. doi: 10.1155/2019/3257939.
[3] Y. Song, G. Ran, R. Zeng, dan C. Chen, “Global burden and temporal trends of cervical cancer in women aged 60 years and older, 1990-2021: a Global Burden of Disease study,” International Journal of Gynecological Cancer, vol. 36, no. 2, Feb 2026, doi: 10.1016/j.ijgc.2025.102851.
[4] World Health Organization, Global strategy to accelerate the elimination of cervical cancer as a public health problem. 2020. Diakses: 12 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.who.int/publications/i/item/9789240014107
[5] F. et al. Bray, “Global cancer statistics 2022: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries,” Mei 2024. doi: 10.3322/caac.21834.
[6] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Profil Kesehatan Indonesia 2023,” Jakarta, Jun 2024. Diakses: 12 Agustus 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023
[7] Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat, “Profil Statistik Kesehatan-2023”, Diakses: 12 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.bps.go.id/id/publication/2023/12/20/feffe5519c812d560bb131ca/profil-statistik-kesehatan-2023.html
[8] G. M. L. Robbers, L. R. Bennett, B. R. M. Spagnoletti, dan S. A. Wilopo, “Facilitators and barriers for the delivery and uptake of cervical cancer screening in Indonesia: a scoping review,” 2021, Taylor and Francis Ltd. doi: 10.1080/16549716.2021.1979280.
[9] S. Sidabutar, E. S. Sihombing, N. Melina, dan N. A. A. Nasution, “Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Sikap Wanita Usia Subur Dalam Pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Singosari,” Jurnal Minfo Polgan, vol. 14, no. 2, hlm. 3023–3032, Des 2025, doi: 10.33395/jmp.v14i2.15663.
[10] E. F. Bando, M. S. M. Said, T. Bin Sansuwito, dan J. Suyanto, “Cultural Barrier and Cervical Cancer Stigma on Screening Program in Community: A Systematic Literature Review,” 1 April 2025, Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher. doi: 10.36685/phi.v11i2.966.
[11] D. Dianaulina, A. Fajar, dan A. Rahmiwati, “Pengaruh Persepsi Risiko dan Hambatan (HBM) Terhadap Adopsi Skrining Kanker Serviks pada Wanita Usia Produktif,” COMSERVA Jurnal Penelitia dan Pengabdain, vol. 5, no. 6, hlm. 1446–1451, Okt 2025, doi: 10.59141/comserva.v5i6.3398.
[12] I. Maryati, “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Skrining Kanker Serviks di Indonesia: Scoping Review,” Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), vol. 8, no. 1, hlm. 12, Jul 2023, doi: 10.32419/jppni.v8i1.404.
[13] P. S. Ojha, M. M. Maste, S. Tubachi, dan V. S. Patil, “Human papillomavirus and cervical cancer: an insight highlighting pathogenesis and targeting strategies,” 1 Juni 2022, Springer. doi: 10.1007/s13337-022-00768-w.
[14] A. Wearn dan L. Shepherd, “Determinants of routine cervical screening participation in underserved women: a qualitative systematic review,” Psychol. Health, vol. 39, no. 2, hlm. 145–170, 2024, doi: 10.1080/08870446.2022.2050230.
[15] M. E. Apriyani, “Persepsi Wanita Usia Subur terhadap Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Cinere,” Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), vol. 6, no. 6, hlm. 1133–1141, 2023, doi: 10.31934/mppki.v2i3.
[16] H. S. Bae dan S. M. Temkin, “Cervical cancer stigma – A silent barrier to the elimination of cervical cancer,” 1 Maret 2025, John Wiley and Sons Inc. doi: 10.1002/cncr.35776.
[17] Ali. M. M. H. Sumiaty Sumiaty, “Socio-Cultural Norms and Compliance with Cervical Cancer Screening: A Phenomenological Study among High-Risk Women,” POLTEKITA Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 19, no. 3, hlm. 407–411, Des 2025, doi: https://doi.org/10.33860/jik.v19i3.3901.
[18] P. Brook-Rowland dan K. A. Finlay, “Lack of Awareness, Body Confidence and Connotations of Sex: an Interpretative Phenomenological Analysis of Barriers Affecting the Decision to Attend Initial Cervical Cancer Screening,” J. Behav. Health Serv. Res., vol. 50, no. 3, hlm. 381–399, 2023, doi: 10.1007/s11414-022.
[19] I. M. Rosenstock, “Historical Origins of the Health Belief Model,” Health Educ. Monogr., vol. 2, no. 4, hlm. 328–335, 2016, doi: https://doi.org/10.1177/1090198174002004.
[20] N. K. Janz, M. H. Becker, R. Associate, dan M. H. Becker Is Professor, “The Health Belief Model: A Decade Later reprint requests to,” hlm. 1–47, 1984, doi: 10.1177/109019818401100101.
[21] A. Ardiyanti, L. K. Noviyanti, N. Vallen, dan I. Puspita, “Interpersonal Intervensi dalam Pencegahan Kanker Serviks Perempuan Usia Subur,” Profesional Health Journal Special Issue, vol. 5, no. 1, hlm. 356–368, Des 2023, doi: https://doi.org/10.54832/PHJ.V5I1SP.659.
[22] I. I. D. L. S Potale, “Hubungan Faktor Psikologis, Budaya dan Norma Sosial dengan Keikutsertaan WUS pada Pemeriksaan IVA Test di Puskesmas Kota Barat,” Jurnal Promotif Preventif, vol. 6, no. 8, hlm. 1555–1561, Des 2025, doi: https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/2383.
[23] Notoadmodjo Soekidjo, Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi revisi., vol. 1. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
[24] D. Aditya Setyawan, Buku Ajar Statistika Kesehatan Analisis Bivariat Pada Hipotesis Penelitian, 1 ed., vol. 1. Surakarta: Tahta Media Grup, 2022.
[25] O. Mulijaty, P. Angela, dan O. Suryani, “Aplikasi Health Belief Model dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta,” Jurnal Perkotaan, vol. 12, no. 1, hlm. 21–38, 2021, doi: https://doi.org/10.25170/perkotaan.v12i1.1262.
[26] S. Sidabutar, E. S. Sihombing, N. Melina, dan N. A. A. Nasution, “Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Sikap Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Singosari,” Jurnal Minfo Polgan, vol. 14, no. 2, hlm. 3023–3032, Des 2025, doi: 10.33395/jmp.v14i2.15663.
[27] N. Liana, A. Putriyuni, M. Z. Oktora, D. Aliefia, dan L. Rasyid, “Persepsi Stigma Kesehatan Reproduksi Sebagai Faktor Penghambat Kepatuhan Skrining Kanker Serviks,” Journal of Public Health Science (JoPHS), vol. 2, no. 2, 2025.
[28] H. C. Siregar dan R. Octavariny, “Application Of Health Belief Model Towards Visual Inspection Behavior Of Acetic Acid In Women Of Reproductive Age As An Effort For Early Detection Of Cervical Cancer,” JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK), vol. 7, no. 2, hlm. 104–114, Agu 2025, doi: 10.35451/jkk.v7i2.2324.
[29] A. Kusumaningrum, I. G. A. Karnasih, dan A. Hidayati, “Relationship of Health Belief Model (HBM) with VIA Test Behavior in Women of Childbearing Age,” Journal of Nursing Periodic, vol. 01, no. 01, hlm. 47–56, Feb 2024, doi: https://doi.org/10.36858/jnp.v1i1.8.
[30] S. Sidabutar, E. S. Sihombing, N. Melina, dan N. A. A. Nasution, “Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Sikap Wanita Usia Subur Dalam Pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Singosari,” Jurnal Minfo Polgan, vol. 14, no. 2, hlm. 3023–3032, Des 2025, doi: 10.33395/jmp.v14i2.15663.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0




