https://mail.rumahjurnal.or.id/index.php/sumur/issue/feedSUMUR- Jurnal Sosial Humaniora2025-08-27T13:24:00+00:00Amir Syamsuadi S.IP, M.Sijurnalsumur@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>SUMUR - Jurnal Sosial Humaniora </strong> adalah sebuah jurnal <em>blind peer-review</em> yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang kajian Antropologi (budaya), Sosiologi, Hukum, Ekonomi, Bahasa, Seni, Sastra, Pisikologi, Ilmu Pemerintahan, Hubungan International. Jurnal sosial humaniora diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan <strong>Januari</strong> dan <strong>Juli</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya.</p>https://mail.rumahjurnal.or.id/index.php/sumur/article/view/1625Collaborative Governance Dalam Mitigasi Abrasi Di Kabupaten Bengkalis Provins Riau2025-07-29T08:03:43+00:00Sapto Setyo Nugrohosaptosn@ecampus.ut.ac.idKinanti Indah Safitri kinanti.indahsafitri@univrab.ac.idAmir Syamsuadigl240015@student.uthm.edu.myFajar Alan Syahrier fajarsyahrier@unja.ac.idGalank Pratamagalankpratama@unja.ac.id<p><strong><em>Abrasi merupakan salah satu permasalahan lingkungan krusial yang terjadi di wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Fenomena ini mengakibatkan kerusakan lingkungan, hilangnya lahan pemukiman, dan gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak abrasi serta tantangan dan peluang penerapan pendekatan Collaborative Governance dalam mengatasi abrasi di Bengkalis. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan kajian kebijakan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, keterbatasan anggaran, serta minimnya pemanfaatan teknologi menjadi tantangan utama dalam mitigasi abrasi. Pendekatan Collaborative Governance dinilai potensial dalam mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan partisipasi pemerintah, investasi teknologi, rehabilitasi ekosistem, serta insentif bagi sektor swasta. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan berkelanjutan, pendekatan ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis.</em></strong></p>2025-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SUMUR- Jurnal Sosial Humaniorahttps://mail.rumahjurnal.or.id/index.php/sumur/article/view/1626Analisis Pohon Konflik dan Pemetaan Konflik Agraria antara Masyarakat dan Perusahaan Kelapa Sawit Studi Kasus Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi (2007-2023)2025-07-29T08:06:31+00:00Fajar Alan Syahrierfajarsyahrier@unja.ac.idCitra Darmintocitradarminto@unja.ac.idM. Wira Anshoriwiraanshori@unja.ac.idAzira Novia Rizalaziranovia@unja.ac.idAmir Syamsuadigl2400015@student.uthm.edu.my<p><strong>Konflik agraria antara masyarakat Desa Sumber Jaya dan PT FPIL mencerminkan persoalan struktural dalam tata kelola agraria di Indonesia. Konflik ini muncul akibat klaim sepihak perusahaan terhadap lahan yang telah dikelola masyarakat secara turun-temurun. Ketidaktransparanan dokumen Hak Guna Usaha (HGU) dan lemahnya peran negara dalam mediasi memperparah situasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, memanfaatkan alat pemetaan konflik dan pohon konflik untuk analisis mendalam. Hasilnya menunjukkan akar konflik pada ketimpangan relasi kuasa antara masyarakat dan korporasi, diperparah kriminalisasi petani dan kerusakan lingkungan akibat ekspansi sawit.Masyarakat merespons dengan aksi reklaming dan membentuk Serikat Tani Kumpeh sebagai perlawanan kolektif. Meski pemerintah pusat mencabut izin HGU PT FPIL, implementasinya di tingkat lokal masih terkendala. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menggabungkan analisis pohon dan pemetaan konflik, menekankan pentingnya penyelesaian yang adil, transparan, dan partisipatif serta penguatan kapasitas masyarakat dan peran negara.</strong></p> <p><strong> </strong></p>2025-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SUMUR- Jurnal Sosial Humaniorahttps://mail.rumahjurnal.or.id/index.php/sumur/article/view/1627Implementasi Program P4gn Oleh Badan Narkotika Nasional Kota Jambi2025-07-29T08:07:37+00:00Mahesa Saputri mahesa24@gmail.comCitra Darmintocitradarminto@unja.ac.idFajar Alan Syahrierfajarsyahrier@unja.ac.idSapto Setyo Nugrohosaptosn@ecampus.ut.ac.id<p><strong><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan program tersebut berdasarkan empat variabel utama teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis dari Milles and Huberman mulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNN Kota Jambi telah menjalankan program P4GN melalui strategi komunikasi yang efektif, koordinasi lintas sektoral, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, implementasi program ini menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas pendukung, dan persepsi negatif masyarakat terhadap rehabilitasi. Sebagai upaya perbaikan, direkomendasikan peningkatan alokasi anggaran, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, serta intensifikasi kampanye sosialisasi untuk mengubah stigma negatif terkait rehabilitasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk memperkuat efektivitas implementasi kebijakan P4GN.</em></strong></p>2025-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SUMUR- Jurnal Sosial Humaniorahttps://mail.rumahjurnal.or.id/index.php/sumur/article/view/1650Komunikasi Kepemimpinan Politik Berkarakter, Menjadi Aspek Krusial Terhadap Kepercayaan Masyarakat2025-08-20T04:36:10+00:00Hadrizalhadrizal@univrab.ac.idBudi Satriabudisatria@univrab.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi politik yang digunakan pemimpin politik berkarakteristik, memahami mengapa komunikasi politik menjadi aspek krusial dalam kepemimpinan tersebut, serta menilai dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan analisis literatur akademik, jurnal ilmiah, dokumen resmi, dan publikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin politik berkarakteristik cenderung menggunakan komunikasi politik berbasis nilai moral, kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas. Komunikasi tersebut dipandang krusial karena ekspektasi publik yang tinggi terhadap integritas kepemimpinan dan tantangan kompleksitas isu politik modern. Temuan juga mengindikasikan bahwa kepemimpinan politik berkarakteristik berdampak positif terhadap meningkatnya kepercayaan publik, partisipasi politik, dan stabilitas sosial-politik. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak melibatkan data lapangan dan bersifat kualitatif deskriptif. Meski demikian, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi komunikasi politik yang etis, pendidikan politik masyarakat, dan studi lanjutan yang berbasis data empiris.</p> <p> </p>2025-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SUMUR- Jurnal Sosial Humaniorahttps://mail.rumahjurnal.or.id/index.php/sumur/article/view/1661Hubungan Regulasi Diri dengan Bedtime procrastination pada Mahasiswa2025-08-27T13:24:00+00:00Auliya Syafgl240010@student.uthm.edu.myImut Cahyana Destriimutcahyanadestri@gmail.comRini Hartatirini.hartati@univrab.ac.id<p>Mahasiswa adalah bagian penting dari masyarakat karena dapat berpikir kritis, komunikatif, dan terampil dalam memecahkan masalah. Mahasiswa dapat mencapai potensi maksimal mereka saat memiliki jam tidur yang cukup. Banyak mahasiswa yang memiliki pola tidur yang salah sehingga mengakibatkan kurangnya waktu tidur. Kurangnya waktu tidur ditandai dengan <em>bedtime procrastination</em>, yaitu kecendrungan seseorang untuk menunda waktu tidur tanpa alasan yang mendesak. Salah satu faktor yang memengaruhi <em>bedtime procrastination</em> ialah regulasi diri. Regulasi diri yaitu melakukan tindakan yang sesuai pada tujuan yang diinginkan serta mengamati kemajuan. Adapun sampel pada penelitian ini melibatkan mahasiswa di Kota Pekanbaru sebanyak 214 orang, diantaranya sebanyak 69 yang memiliki kelamin laki-laki serta 145 memiliki jenis kelamin perempuan. Alat pengambilan data dalam studi yang dilaksanakan berdasarkan skala regulasi diri dan <em>bedtime procrastination</em>. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu <em>quota sampling</em>. Menurut temuan studi yang dilaksanakan jika ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara regulasi diri dan <em>bedtime procrastination</em> dengan arah hubungan yang negatif pada mahasiswa di Kota Pekanbaru. Adapun tingkat hubungan antara regulasi diri dan <em>bedtime procrastination</em> berada pada kategori rendah<strong>. </strong>Penelitian ini memberikan memberikan kotribusi empiris bahwa regulasi diri berperan dalam perilaku tidur.</p>2025-08-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 SUMUR- Jurnal Sosial Humaniora